Polri Mengusut Tuntas Kasus Kematian Anak Karena Gagal Ginjal AKut

Berita Terkini – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa ada ratusan anak meninggal dunia karena gagal ginjal akut.

Banyak peneliti dan dokter yang mengatakan bahwa kematian tersebut diakibatkan oleh obat yang anak yang berbentuk sirup.

Oleh karena itu, pihak Polri membentuk tim khusus untuk mengusut kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada Anak-anak.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan,  pihaknya telah membentuk tim khusus dan akan berkoordinasi oleh para ahli atas penyebab pasti terjadinya gagal ginjal akut pada anak tersebut.

“Tentunya Polri akan segera membentuk tim dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk bersama mendalami kejadian tersebut sesuai atensi pimpinan,” ujar Dedi Prasetyo.

Muhadjir Effendy, selaku Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, mengaku bahwa ia yang meminta Polri untuk mengusut kasus tersebut.

Hal tersebut, Muhadjir Effendy sampaikan saat mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga.

“Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut. Permintaan disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak,” ujar Muhadjir Effendy,

Berdasarkan data dari GGPA, pihak GGPA mengklaim bahwa ada 208 pasien anak, dan ada 118 anak yang meninggal dunia.

Pihak GGPA menyatakan bahwa penyebabnya berasal dari cemaran zat Etilen Glikol (EG) dan Deitilen Glikol (DG) pada obat jenis sirup. Di mana bahan baku obat tersebut semuanya masih import.

 

Terdapat 3 Negara

Kenali Penanganan Efektif Gagal Ginjal Akut pada Anak

Kasus gagal ginjal akut pada anak bukan hanya terjadi di negara Indonesia saja, tetapi ada 2 negara lagi yang terkena penyakit tersebut.

Negara Gambia

mengklaim bahwa ada 50 anak yang meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal akut.

Selanjutnya, negara Nigeria mengklaim bahwa ada 28 anak yang meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal akut.

Yang terakhir ialah, negara Indonesia yang mengklaim bahwa ada 118 anak yang meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal akut.

Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa pemerintah harus ada tindakan tegas atas kasus tersebut.

“Oleh sebab itu perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia hingga proses produksi obat-obat yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” tutupnya.

COMMENTS

Comments are closed.